Jangan Salah! Ini Perbedaan Penjahit, Konveksi dan Garmen

Banyak di kalangan masyarakat kita yang masih belum paham bedanya penjahit dengan konveksi, dan bedanya konveksi dengan garmen. Padahal dari ketiga nama tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Supaya tidak salah memahami nama-nama tersebut, silahkan baca artikel ini secara perlahan agar mengerti pengertian-pengertian ketiga nama itu.

Pertama, Apa Itu Penjahit ?

Penjahit adalah sebuah sebutan untuk orang-orang yang menekuni pekerjaan menjahit. Yang menyatukan bagian-bagian / potongan-potongan bahan menjadi satu bagian utuh. Contoh barangnya seperti tas, baju, sprei, dll.

Rintangan Usaha Jahit Rumahan

– Sulit dapat order banyak
– Sekalinya dapat order banyak tidak bisa menerimanya (karena terbatas tenaga dan alat)

Apa Itu Konveksi ?

Konveksi adalah tempat pembuatan (produksi) berupa sandang dengan kapasitas yang cukup besar. Selain sandang juga bisa memproduksi barang lain seperti halnya tas. Tas yang mereka produksi tentu berbeda-beda sesuai kebutuhan konsumen dan kemampuan si konveksi tersebut. Kebiasaannya, mereka menerima pembuatan tas seminar, tas ransel, tas laptop, dan sebagainya.

Dalam usaha konveksi, terdapat beberapa proses produksi diantara lain adalah :

Cutting: Pemotongan pola atau patron, marker, cutting dan numbering.
Making: Yaitu kegiatan menjahit bahan yang telah siap hingga menjadi barang siap pakai.
Trimming: Yaitu kegiatan finishing seperti buang benang, washing, ironing (setrika), labeling dan packing.

Rintangan Usaha Konveksi

– Tidak stabilnya persediaan bahan baku dari supplier (sehingga harus pintar mengelola bahan baku demi keberlangsungan produksi)
– Terkena serangan produk impor yang lebih murah
– SDM yang sulit ditemukan / sulit diatur

Yup…Anda sudah tahu apa itu konveksi. Sekarang saatnya mengetahui tentang garmen.

Apa Itu Garmen ?

Dikutip dari kumparan.com; pengertian garment sebenarnya cukup sangat amat sederhana. Garment memiliki pengertian usaha bergerak di bidang pembuatan barang teksil yang sudah jadi, misalnya pakaian jadi atau perlengkapan pakaian lainnya. Beberapa contoh produksi garment adalah seperti kaos polos, baju, seragam, kaos polo shirt, celana, kemeja, jaket, hoodie, jas almamater, hem, kaos sablon, tas ransel, tas laptop dan lainnya.

Rintangan Usaha Garmen

– Kebijakan pemerintah yang buruk dapat mempengaruhi kinerja perusahaan
– Demo buruh bisa jadi masalah bagi kinerja perusahaan pula

Sebagai awalan, bahwa terdapat perbedaan dari segi kapasitas produksi antara penjahit, konveksi dan garmen. Pada dasarnya penjahit rumahan, konveksi dan garmen adalah sama-sama memproduksi pakaian. Tapi yang membedakan selain kapasitas adalah kualitas hasil, peralatan, karyawan, dan masih banyak lagi. Sekarang yang akan kita ketahui adalah kapasitas produksinya :

Penjahit rumahan memiliki kapasitas produksi hanya sedikit, yaitu sekitar 1-5pcs.

Sedangkan dari sisi konveksi memiliki kapasitas produksi menengah, yaitu kisaran 12pcs โ€“ 10000pcs dengan alat-alat yang lumayan memadai seperti mesin jahit, obras, rantai, press kaos, kam, dll.

Dan Garmen sendiri memiliki kapasitas produksi diatas 10000pcs. Mereka memiliki peralatan yang sangat lengkap, bertempatkan di pabrik-pabrik dan mempunyai tenaga kerja yang ber-standar pula.

Contoh dari penjahit rumahan bisa kita lihat ke tetangga-tetangga kita biasanya mereka membuka usaha jahit kecil-kecilan. Kalau untuk konveksi kita sering melihat di pinggir-pinggir jalan atau di perkampungan yang terkenal dengan tempatnya para penjahit. Biasanya mereka terletak di tempat seperti itu.

Lalu bagaimana bentuk tempat konveksi pada umumnya? Biasanya mereka memiliki tempat jahit sendiri berupa 1 rumah atau 1 ruko. Dan disitulah mereka melakukan kegiatan usaha konveksi mereka. Contohnya seperti di gambar ini :

konveksi tas murah

Contoh konveksi

Yang unik dari usaha konveksi adalah, usaha ini dapat membantu mereka (para pengangguran) yang tidak memiliki ijazah yang cukup untuk mendaftar di perusahaan, untuk masuk bekerja dan membantu operasional konveksi tersebut. Jadi usaha konveksi ini sangat membantu perekonomian Indonesia baik dulu hingga sekarang. Applause!

Sedangkan garmen sendiri biasanya terletak pada kawasan yang biasa masyarakat umum menyebutnya adalah โ€œKawasan Industriโ€. Pasti Anda tidak asing dengan sebutan tersebut, kan? Nah, di Indonesia sendiri, pabrik-pabrik garmen ini terletak di berbagai daerah. Seperti Cikarang Bekasi, Tangerang, Solo, Cileungsi dan masih banyak lagi. Anda tahu daerah dimana garmen biasanya berdiri? Silahkan sebutkan di kolom komentar ya ๐Ÿ™‚

Biasanya perusahaan garmen menerima order dari berbagai brand ternama. Baik nasional maupun internasional. Brand-brand sepatu seperti Nike, Adidas, Puma yang kita ketahui itu adalah merk luar, tapi ternyata produksinya di Indonesia lho. Begitu juga berbagai macam merk-merk tas dari luar negeri. Banyak yang telah memilih Indonesia sebagai tempat mereka produksi.

Kenapa Indonesia menjadi destinasi dalam memproduksi brand-brand mereka? Beberapa alasan di antaranya adalah :

  1. Tenaga kerja di Indonesia terbilang murah
    2. Kualitas jahitan sangat mumpuni
    3. Apa lagi ya? Ada yang tahu? Silahkan bantu melalui kolom komentar ya ๐Ÿ˜€

Hal lain yang Anda perlu ketahui tentang Garmen adalah, bahwa industri tersebut merupakan penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia setelah Migas. Hebat, kan?

Bagi yang belum tahu bagaimana sihย bentuk perusahaan garmen. Silahkan lihat contoh gambar di bawah ini :

garmen adalah | garmen di indonesia

Contoh Garmen

Nah, dari sini saja kita sudah tahu ya perbedaannya konveksi dengan garmen. Tentu sangat jauh perbedaannya jika dilihat secara mendetail. Apalagi secara manajemen. Perusahaan garmen memiliki manajemen dan administrasi yang baik dan dikelola oleh orang-orang yang kompeten. Tapi di jaman modern ini, banyak lho konveksi yang berdiri sekarang telah mengalami kemajuan.

Baik kemajuan dalam manajemennya, administrasinya, hasil produksinya dan juga pesanannya ๐Ÿ˜€ Tidak jarang saya melihat konveksi yang menerima pesanan dari brand-brand lokal yang sudah luar biasa terkenal. Bukan hanya kuantitasnya yang banyak, namun juga secara kontinu (berkelanjutan). Ini menandakan konveksi – konveksi yang berdiri di Indonesia sudah mengalami kemajuan dalam teknologi produksinya.

Saya berharap konveksi – konveksi kita semakin kesini semakin berani membuat sebuah produk dengan brand mereka sendiri dan memasarkannya. Sehingga Indonesia berkembang menjadi negara yang memiliki banyak brand-brand ternama. Terserah deh mau itu produk tas, tas ransel, tas laptop, baju, celana, macem-macem dah ๐Ÿ˜€ #intermezzo

Kesimpulan

Kita sudah masuk ke tahap kesimpulan. Dimana Anda sudah mengerti apa perbedaan dan hal unik lainnya dari penjahit rumahan, konveksi hingga garmen. Ketiga jenis industri tersebut memiliki perbedaan masing-masing. Baik dari segi manajemen, kapasitas produksi, segmen pasar, hingga rintangan-rintangannya.

Jadi dari kapasitas produksi tentu garmen yang mampu menerima order berlimpah. Bayangkan sampai ratusan ribu potong sandang lho!

Sedangkan konveksi memiliki kapasitas produksi menengah keatas ya.

Dan penjahit rumahan tentu lebih kecil karena terbatas tenaga dan peralatan.

Kami sendiri memiliki konveksi tas yang sudah berdiri sejak tahun 2014. Kami memiliki brand yang kami namakan CABS. Selain itu juga kami menerima pesanan tas custom lainnya. Seperti tas seminar, tas ransel custom, tas laptop custom, tas multifungsi, tas pelatihan, tas diklat dan sebagainya.

Berpengalaman melayani klien dari berbagai perusahaan / instansi baik negeri maupun swasta. ย Seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Reformasi Perpajakan, HINO MOTORS, dan masih banyak lagi. Produk konveksi tas kami pun memiliki perbedaan dari segi bahan. Yaitu kami menggunakan bahan tahan air sehingga dapat menjaga barang bawaan dari air hujan atau air tumpahan.

Jadi jika Anda sedang mencari konveksi tas untuk membuat tas sebagai souvenir acara atau event Anda, Anda bisa menghubungi kami melalui halaman kontak yang ada pada website ini ya ๐Ÿ™‚

Sekian untuk artikel kali ini. Semoga yang saya jelaskan dapat bermanfaat bagi Anda para pembaca. Dan tunggu artikel dari saya berikutnya. See you!